Showing posts with label Sejarah Islam. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Islam. Show all posts

Tuesday, February 09, 2010

Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis

Di antara sekian banyak kisah dalam Al-Quran, tersebutlah kisah Ratu Saba’ dan masyarakatnya yang hidup di zaman kenabian Nabi Sulaiman.


Kerajaan Saba

Kerajaan Saba merupakan salah satu kerajaan kuno terbesar di daerah Yaman yang hadir pada jauh sebelum Masehi dan sebelum Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad S.A.W. Ibu kotanya adalah Ma’rib, sebuah kota di dekat Sana’a,ibukota Yaman sekarang. Saking besarnya kekuasaan kerajaan ini, para sejarawan menyimpulkan bahwa luas daerah wilayahnya lebih luas dari wilayah Yaman sekarang. Banyak ahli yang menyebutkan bahwa Habasyah yang sekarang dikenal dengan Etiopia dahulunya masuk ke dalam kawasan kekuasaan kerajaan Saba.

Yang menjadikan kerajaan ini masuk ke dalam catatan sejarah Al-Quran adalah adanya salah satu ratu yang memerintahnya.Balqis. Namun banyak di antara ahli tafsir yang mengatakan bahwa nama tersebut masuk ke kalangan umat Islam dengan media israiliyyaat, dongeng turun temurun orang Israel yang mereka akui bersumber dari kitab Taurat.


Ratu Saba’

Terlepas dari hal itu, Balqis menjadi orang ketujuh-belas yang memerintah kerajaan Saba’. Yang memerintah sebelumnya adalah ayahnya, raja Hadhad bin Syarhabil. Para sejarawan berasumsi bahwa Balqis menaiki tahta menggantikan ayahnya disebabkan tidak adanya anak putra yang dilahirkan untuk menggantikannya.

Dalam masa pemerintahannya sebagai kepala kerajaan, Balqis banyak menerima cobaan dan ujian berat. Semua itu kelak membuktikan kepiawaiannya sebagai ratu yang berhak dan berkompeten untuk memimpin kaum dan rakyatnya. Pada awal diangkatnya sebagai ratu, para ahli dan pembesar kaumnya meingingkari kepemimpinan seorang wanita. Belum lagi hasrat yang dipendam oleh raja-raja di sekitar Saba untuk menaklukkan dan menguasai kerajaan ini. Salah satunya adalah raja ‘Amr bin Abrahah yang dijuluki dengan Dzul Adz’ar.

Maka datanglah Dzul Adz’ar dengan segenap bala tentaranya untuk menaklukkan kerajaan Saba’ dan menawan ratunya. Namun berkat kelihaian dan pengawasan yang tajam yang dimiliki Balqis, dia berhasil lolos dan kabur.Dzul Adz’ar tewas dengan gorokan pisau di lehernya. Dan semenjak itu Balqis memerintah kaumnya dengan penuh hikmah, adil dan bijaksana. Dalam kekuasaannya, Saba meraih kegemilangan. Salah satu capaian yang diukir oleh Balqis adalah direnovasinya bendungan yang terkenal sad Ma’rib. Nama kerajaan ini menjadi terkenal di kawasan Arabia dan sebagian Eropa. Dalam sejarah Yunani kuno disebutkan bahwa pada zamannya terjadi transaksi perdagangan di antara tajir-tajir Saba dan Yunani. Bahkan para pedagang Yunani yang telah mengunjungi kerajaan Saba menyebutkan bahwa masyarakat Saba merupakan masyarakat berperadaban paling maju di era itu.
Ratu Saba dan Nabi Sulaiman

Pada saat kerajaan Saba di bawah pemerintahan ratunya sedang berada dalam puncak kegelimangan, Nabi Sulaiman alaihissalam telah menjadi salah satu raja terkenal di antara bani Israil di kawasan Palestina (Syam). Sulaiman dikaruniai Allah kemampuan untuk berkomunikasi dan menaklukkan golongan hewan dan jin. Oleh karena itu tidak mengherankan jika dari skala bala tentara, jumlah yang dimiliki Sulaiman lebih besar daripada bala tentara Saba.

Kisah ini tersebut dalam firman Allah surat An-Naml ayat 20-44.

Alkisah –dalam sebuah penafsiran- bahwa pada suatu kesempatan Nabi Sulaiman mengutus burung Hudhud untuk mencari sumber air tambahan. Lama tak kembali ternyata Hudhud sampai ke daerah Yaman dan menemukan sebuah kaum (rakyat Saba) yang diperintah oleh seorang ratu. Yang menarik perhatian Hudhud adalah ketika dilihatnya kaum ini musyrik dengan menyembah matahari.

Nabi Sulaiman naik pitam sebab keterlambatan ini dan berjanji akan menghukum Hudhud sesegeranya ia tiba, kecuali Hudhud terlambat dengan alasan yang masuk akal. Maka berkata Hudhud sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:


Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini” Q.S. An-Naml: 22

“Sungguh, kudapati yang memerintah mereka ,dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar” ” Q.S. An-Naml: 23

“Aku dapati dia dan kaumnya menyembah matahari,bukan kepada Allah dan setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka,sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah,maka mereka tidak mendapat petunjuk” ” Q.S. An-Naml: 24

“Mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan” ” Q.S. An-Naml: 25

“Allah,tidak ada Tuhan melainkan Dia,Tuhan yang mempunyai ‘Arasy yang agung” ” Q.S. An-Naml: 26



Nabi Sulaiman yang terkenal dengan kematangan akal dan hikmahnya tidak merespon kecuali dengan berkata:

“Akan kita lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta”. ” Q.S. An-Naml: 27

Lalu Nabi Sulaiman mengirimkan sebuah surat kepada Balqis ratu Saba yang berisi ajakan untuk hanya menyembah Allah S.W.T.

Isi surat Nabi Sulaiman ini tertera dalam Quran sebagai berikut:

“Dari SuIaiman dan sesungguhnya dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”” Q.S. An-Naml: 30-31



Balqis dan Musyawarah

Manakala ratu Balqis menerima dan membaca surat dari Sulaiman, segera ia kumpulkan para menteri dan para pembesar di antara kaumnya. Balqis meminta agar mereka memusyawarahkan perihal surat Sulaiman ini. Hal ini diabadikan oleh Al-Quran sebagaimana Balqis berkata:

“Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)” ” Q.S. An-Naml: 32


Saat itu kerajaan Saba telah terkenal di antara raja-raja lainnya sebagai salah satu kerajaan terkuat dengan bala tentaranya yang tangguh. Maka para menteri ketika membaca surat itu menganggap bahwa Sulaiman meremehkan mereka.

Maka para menteri itu berkata:

“Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada ditanganmu. Maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan”. ” Q.S. An-Naml: 33

Hal ini mengisyaratkan bahwa mereka lebih memilih perang daripada berserah diri kepada kekuasaan Sulaiman.

Namun ternyata Balqis memiliki pandangan yang lebih jauh ke depan, tatkala dia berkata:

“bahwa raja-raja apabila memasuki suatu negeri niscaya mereka membinasakannya. Dan mereka menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina, dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat”. ” Q.S. An-Naml: 34

Disini letak kepiawaian dan kecerdasan Balqis. Dia lebih menganjurkan untuk terlebih dahulu mengirimkan hadiah kepada Sulaiman, dengan harapan semoga Sulaiman bisa lunak hatinya bahkan berubah pikiran sama sekali. Para pembesar menyetujui usulan Balqis. Maka diutuslah beberapa pembesar untuk menghadap Sulaiman seraya membawa persembahan hadiah.

Sesampainya para utusan di depan Sulaiman, utusan Allah ini berkata:

“Apakah patut kamu mengulurkan harta kepadaku? Maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Kembalilah kepada mereka sungguh Kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya” ” Q.S. An-Naml: 36-37

Maka tatkala Balqis mendengar jawaban yang disampaikan para utusannya, tahulah ia siapa dan betapa kuatnya Sulaiman dan bala tentaranya. Maka dikumpulkannyalah seluruh tentara dan pengawal pribadinya untuk menuju Syam demi menemui Sulaiman.

Sementara itu ketika Sulaiman mengetahui bahwa Balqis akan datang, beliau kumpulkan semua pembesarnya seraya meminta untuk mendatangkan singgasana Balqis ke Syam sebelum mereka datang. Alhasil,Ifrit menyanggupi untuk mendatangkannya sebelum Nabi Sulaiman berkedip. Setelah itu dimintanya agar singgasana itu dirubah sedemikian rupa agar Balqis tidak mengenalinya. Hal ini untuk menguji sejauh mana kecerdikan dan ketajaman Balqis sehingga ia memang patut untuk memerintah kaumnya.

Ketika Balqis dan tentaranya sampai dan telah duduk di singgasananya sendiri, Nabi Sulaiman bertanya:

“seperti inikah singgasanamu?”Maka Balqis menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku” ” Q.S. An-Naml: 42

Dan ini bukti lain dari kecerdikan Balqis, sebab ketika ia menjawab dengan pertanyaan itu sesungguhnya dia tidak yakin bahwa bagaimana mungkin singgasana dapat berpindah tempat dalam waktu yang begitu cepat. Namun dalam keraguan itu dia tidak memungkiri bahwa singgasana itu mirip dengan kepunyaannnya. Dan memang sesungguhnya singgasana adalah miliknya hanya telah dirubah atas perintah Sulaiman.

Kemudian Ratu Balqis dipersilakan masuk ke istana Nabi Sulaiman. Namun, ketika berjalan di istana itu, sekali lagi Ratu Balqis tercengang,karena mengira air pada lantai istana nabi Sulaiman, sehingga menyingsingkan kainnya.

Firman Allah :

“Dikatakan kepadanya; masuklah ke dalam istana. Maka tatkala dia (Ratu Balqis) melihat lantai istana itu, dikiranya air yang besar dan disingkapkannya kedua betisnya.“Berkatalah Sulaiman; sesungguhnya ini adalah istana licin yang dibuat dari kaca” ” Q.S. An-Naml: 44

Pada saat yang sama Balqis segera teringat akan sebuah kenabian yang menyebutkan bahwa akan datang padanya seorang nabi Allah yang sanggup memindahkan singgasananya dalam sekejap mata. Pada saat itulah Balqis segera sadar bahwa dirinya dan kaumnya telah berlaku zalim dengan mempersekutukan Allah. Saat itu pula Balqis menyeru seluruh kaumnya untuk memeluk agama yang dibawa oleh Sulaiman.

Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”” Q.S. An-Naml: 44



Pada akhirnya, kisah ratu

Saba dan Nabi Sulaiman ini akan selalu abadi di dalam Al-Quran hingga ke akhir zaman. Hal ini tidak lain agar setiap ulil albab yang membacanya bisa mengambil ‘ibrah dan pelajaran-pelajaran berharga.

Sumber:queenofsheeba.wordpress.com

Sunday, July 19, 2009

Kisah Kepimpinan Umar Al-Khattab, Amirul Mukminin

Mari sama-sama kita hayati kisah kepimpinan Amirul Mukminin ini untuk dijadikan panduan menjadi seorang pemimpin yang disegani dan diredhai Allah S.W.T. InsyaAllah...

KISAH 1 : KHALIFAH UMAR r.a DAN SA'AD ABI WAQQAS r.a

Umar al-Khattab telah melantik Sa'ad Abi Waqqas r.a seorang sahabat besar Nabi s.a.w sebagai gabenor di Kufah, Iraq. Namun terdapat beberapa kumpulan munafiq yang amat benci kepada Sa'ad, lalu membuat aduan palsu kononnya Sa'ad r.a tidak adil dalam pembahagian dan tidak memimpin ketika peperangan. Sedangkan di ketika itu, kerajaan Islam sedang sibuk membuat persiapan untuk menuju ke Nahawand. Amat difahami kumpulan ini ingin mengganggu kelancaran perancngan kerajaan Islam.

Walaupun aduan ini sememangnya telah diketahui palsu oleh Umar Al-Khattab r.a tetapi beliau masih meraikannya secara SERTA MERTA dengan menghantar wakil penyiasat iaitu Muhammad Ibn Maslamah. Umar r.a seorang yang amat sensitif dan serius dengan segala laporan terhadap gabenor lantikannya. Tatkala proses siasatan terbuka dijalankan, semua wakil ketua yang berada di Kufah tidak tahu menahu berkenaan laporan ketidakladilan Sa'ad lalu semuanya mengkhabarkan kebaikan Sa'ad.

Tiba-tiba muncul Usamah Bin Qatadah mendakwa Sa'ad tidak adil dan tidak memimpin perang. Sa'ad menafikan dengan sumpah serta mendoakan buta mata, kurang zuriat dan terdedah kepada fitnah dunia bagi sesiapa yang menipu dan melontarkan fitnah ke atasnya. Hasil doa individu soleh seperti Sa'ad, kesemua kumpulan yang meinpu ini mati . Usamah pula menjadi buta, kurang zuriat dan ditimpa nafsu syahwat yang luar biasa.

Walaupun Sa'ad terbukti selepas itu tidak bersalah, demi mengelakkan perpecahan dan menjaga status Sa'ad bin Abi Qaqqas, Umar al-Khattab meminta Sa'ad untuk menamakan penggantinya, lalu dilantik ‘Abdullah bin Abdullah Bin ‘Utban yang merupakan timbalan kepada Sa'ad sebelum ini. Manakala Sa'ad di bawa ke Madinah bagi menyertai ahli Majlis Syura Khalifah di Madinah.

KISAH 2 : UMAR R.A DAN HARTA GABENOR DAN PEGAWAINYA

Umar al-Khattab begitu tegas dan ketat dalam urusan kewangan negara, beliau juga amat ketat dalam meneliti pendapatan dan harta setiap gabenor dan pegawainya. Setiap pegawai yang dilantik akan diminta melakukan deklarasi harta, dan peningkatan hartanya akan disemak dengan begitu kerap. Jika peningkatan berlaku, Umar r.a akan mengambil separuh untuk baitul Mal dan dalam beberapa keadaan Umar r.a mengambil semuanya. Selain itu, Umar r.a turt melakukan lawatan mengejut ke ruamh pegawainya bagi memastikan tiada pertambahan harta secara syubhah.

Berikut beberapa kisah prihatinnya Umar r.a r.a :-

a- Gabenor kerajaan Islam di Mesir pada ketika itu adalah seorang sahabat bernama ‘Amr bin Al-‘As. Beliau dilaporkan membuat satu mimbar khas untuk dirinya di Mesir. Ini menyebabkan Umar al-Khattab menjadi marah lalu menghantar surat kepada ‘Amru yang menyebut

"Aku mendengar kamu telah membina satu mimbar agar boleh meninggikan dirimu dari umat Islam, adakah tidak cukup kamu berdiri dan mereka berada di kakimu, aku ingin kamu segera meruntuhkan mimbarmu"

b- Dalam satu keadaan lain, Sa'ad juga dilaporkan membina pagar di sekitar rumahnya ( di ketika itu amat jangkal rumah mempunyai pagar kecuali terlalu kaya), sehingga orang ramai menggelarkannya "ISTANA SA'AD". Dinyatakan bahawa Sa'ad membina agar itu kerana rumahnya berhampiran degan pasar dan amat bising, lalu dibinanya agar dapat menghalang sedikit kebisingan. Apabila berita sampai kepada Umar al-Khattab, beliau melihat mudarat pagar itu lebih besar dari manfaatnya, lalu dengan segera menghantar Muhammad bin Maslamah untuk membakar pagar tersebut.

c- Umar r.a telah melantik Mujasha' bin Mas'od untuk beberapa tugasan, dan kemudiannya mendapat laporan isteri Mujasha' bernama al-Khudayra kerap membeli perabot baru dan hiasan dinding. Lalu Umar r.a menghantar surat kepada Mujasha' agar mengoyakkan semua hiasan dinding. Mujasha' menerima surat itu ketika bersama orang ramai, lalu dengan segera beliau mengarahkan isteri keluar lalu diminta orang ramai masuk ke rumah dan membantu mengoyak dan menurunkan semua hiasan dinding baru yang dibeli isterinya. Sebenarnya, Umar r.a tahu ia dibeli dengan harta syubhah akibat jawatan Mujasha', kerana itu diarahkan sedemikian. Anda juga boleh melihat betapa kuatnya taat dan yakinnya para pegawai dengan keikhlasan dan kejujuran Umar r.a.

d- Umar r.a pernah melawat pegawai-pegawainya di Syria, dan kemudian Yazid Bin Abi Sufyan menjemputnya datang ke rumah, ketika Umar r.a memasuki rumah lalu dilihatnya penuh dengan hiasan dinding bergantungan. Umar r.a mula mengambilnya sambil berkata

"barang-barang ini boleh digunakan oleh rakyat jelata untuk melindungi diri mereka dari kesejukan dan panas"

e- Umar r.a juga pernah mengambil beberapa bahagian harta adik beradik gabenornya dan pegawainya apabila hasil penyelidikannya mendapati keraguan. Contohnya seperti beliau mengambil sebahgian dari harta Abu Bakrah. Namun Abu Bakrah cuba membantah dengan mengatakan

"aku tidak pernah berkhidmat denganmu (sebagai pegawai kerajaan)"

Umar r.a menjawab

"Ya benar, tetapi adikmu berkhidmat sebagai penyelia Baitul Mal, dan dia telah memberikan beberapa pinjaman kepadamu agar kamu boleh berniaga dengannya"

Kesimpulannya, semua tindakan Umar r.a ini tidaklah diambil secara sembrono, kisah ini hanyalah ringkasan sahaja, dan tindakan beliau semua bagi mengelakkan jawatan di jadikan PELUANG UNTUK MERAUT KEKAYAAN.

Ibn Taymiah mengulas beberapa tindakan Umar r.a tadi bagi membuang segala keraguan rakyat terhadap pendapatan para gabenor dan pegawainya, yang mungkin menjadi kebiasaan diberi hadiah oleh rakyat jelata disebabkan oleh jawatannya.

KISAH 3 : KHALIFAH UMAR r.a DAN DENDA ANAKNYA

Abd Rahman bin Umar Al-Khattab, salah seorang anak Umar al-Khattab berada di Mesir dan dilaporkan telah melakukan kesalahan dengan meminum arak. Beliau kemudiannya meminta Amru bin Al-‘As untuk melaksanakan hukuman ke atasnya.

Namun Amru al-‘as r.a merasa serba salah kerana ia adalah anak khlaifah lalu menjatuhkan hukuman secara sedikit berbeza iaitu mencukur kepalanya dan ia disebat secara tertutup di dalam rumahnya. Sepaptunya prosedur di ketika itu adalah hukuman minum arak mestilah dicukur dan disebat pada waktu yang sama di hadapan khalayak ramai.

Peristiwa ini bocor kepada Umar r.a lalu beliau menghantar surat yang antara lainnya menyebut :-

"engkau telah menyebat dan mencukur Abd Rahman di dalam rumahmu dan KAMU TAHU IA BERTENTANGAN DENGAN APA YANG AKU HARAPKAN (hukuman seperti orang lain), ...Abd Rahman adalah salah seorang warga di bawah tanggungjawabku (DI AKHIRAT), dan kamu beralasan dengan mengatakannya adalah anak Khalifah sedangkan kamu tahu aku TIDAK SESEKALI BERKOMPROMI dengan sesiapapun dalam melaksanakan amanah terhadap Allah swt"

KISAH 4 : KHALIFAH UMAR r.a DAN KHALID IBN WALID r.a

Khalid Ibn Waled, yang terkenal sebagai ‘pedang islam' dilucut jawatan sebanyak dua kali oleh Umar r.a al-Khattab, iaitu pada tahun 13 Hijrah sejurus selepas Umar r.a dilantik sebagai khalifah dan sekali lagi pada 17 Hijrah. Namun kedua-dua peristiwa ini bukan kerana Khalid tidak baik dan bermasalah, Namun ia adalah dari sebab berikut :-

a- Menjaga keyakinan umat Islam terhadap Allah, ia jelas dari surat umum yang dihantar Umar r.a kepada umat Islam memberitahu agar mereka tidak terlalu ‘attached' dengan Khalid sehingga tersilap sangka kemenangan Islam disebabkan oleh kehandalan Khalid dan bukan kerana bantuan Allah swt.

b- Pentadbiran ; iaitu dalam urusan dan keputusan pembahagian harta.

c- Pentadbiran : Umar r.a inginkan keteletian dan laporan berterusan dari setiap pegawainya, namun Khalid inginkan pentabdiran yang bebeas dari penelitian sentiasa oleh Khalifah.

Di waktu Khalid dipecat dari jawatannya sebagai gabenor di Syria, belia berkata :-

"Amir al-Mukminin (Umar r.a) melantik aku sebagai gabenor dan setelah urusan menjadi licin dan lancer, beliau melucutkan jawatanku"

Lalu seorang lelaki berkata : "Sabarlah wahai ketua, ia waktu untuk bermulanya fitnah"

Kahlid membalas :

"selagi anak Al-Khattab ini hidup, selagi itu TIADA RUANG FITNAH untuk berlaku"

Demikian hormat dan keyakinan Khalid terhadap Umar r.a walau dalam keadaan beliau dilucutkan jawatan, amat difahaminya tindakan Umar r.a adalah untuk mengelak fitnah, bukan mencipta fitnah.

Di ketika Khalid r.a hampir wafat (beliau wafat pada 21 H), beliau berkata kepada Abu Darda r.a,

"Wahai Abu Darda, bila Umar r.a al-Khattab r.a wafat kelak, kamu akan dapati sesuatu yang kamu benci berlaku"

Dan berkata lagi sambil mengelap air matanya:

"Aku memang merasa sedikit kecewa dengan beliau dalam sesetengah isu, tetapi setelah aku fikrikan kembali berkenaannya di ketika aku sakit ini, aku menyedari bahawa Umar r.a Al-Khattab r.a melakukannya dengan ikhlas dan hanya mengharapkan rahmat Allah dari setiap tindakannya"

Khalid juga melantik Umar r.a sebagai waasi (pengurus harta pusakanya), ketika Umar r.a al-Khattab menrima surat wasiat itu, beliau turut menangis.

Cuba kita bayangkan ketegasan Umar al-Khattab r.a tersebut dan bagaimana tingginya taqwa beliau dan juga para sahabat yang bersamanya. Mengapa mereka tidak melenting akibat diambil sebahagian harta dan sebagainya?. Kerana Umar sendiri mengambil hartanya untuk umat Islam, dan beliau tidak makan daging sehingga semua orang miskin di bawah pentadbirannya makan terlebih dahulu.

Cuba pula kita membandingkan kehidupan para pemimpin di sekeliling kita hari ini. Bagaimana mereka jika berada di bawah pemerintahan Khalifah Umar al-Khattab r.a.. Sesungguhnya wahai Umar al-faruq kami merinduimu pemerintahanmu..

Sumber: http://www.zaharuddin.net

Monday, June 22, 2009

SALAHUDDIN AL-AYUBI PEJUANG FISABILILLAH

Nama : Shalahuddin Yusuf bin Najmuddin Ayyub

Tempat & Tarikh Lahir : Takrit Irak pada tahun 532 Hijrah /1138 Masihi dan wafat pada tahun 589 H/1193 M di Damsyik.

Merupakan pengasas Daulat Al-Ayyubiyah dan bergelar Sultan Shalahuddin. Seorang pahlawan Islam yang paling gagah berani dalam perang Salib dan berjaya merebut kembali Baitul Maqdis dari tangan kaum Salib Kristian.


RIWAYAT HIDUP

  • dilahirkan pada 532 Hijrah bersamaan 1138 Masihi di Kota Tarkit iaitu bahagian Tebing Barat Sungai Tigris, terletak di antara Mosul dan Baghdad.
  • Beliau adalah anak gabenor. Ayahnya, Najmuddin Ayub bin Shadhi adalah anak saudara kepada Sultan Nurudin Zenggi, berketurunan Kurdistan yang berasal dari Azerbaijan. Selain sebagai panglima perang, beliau adalah pendakwah, mujahid dan tokoh pemimpin Islam yang bukan daripada kalangan bangsa Arab.
  • Ketika berusia 17 tahun, Salahuddin al-Ayubi mula berkhidmat dengan Nur al-Din di Damsyik.
  • Beliau adalah panglima tentera, pemimpin dan pentadbir negara yang sangat berbakat dan sangat popular ketika zaman perang salib. Beliau membabitkan diri dalam peperangan salib di kawasan Mesir, Palestin dan Syria.
  • Beliau mula terkenal pada 559 Hijrah (1164 Masihi) apabila menyertai ekspedisi bersama-sama Shirkuh yang dihantar oleh Nur al-Din bagi menentang tentera Salib di Mesir. Beliau berjaya mengusir Amaury dari Mesir pada 1 Rabiulakhir 564 Hijrah (Januari 1969 Masihi). Selepas Shirkuh meninggal dunia, tempatnya diganti oleh Salahuddin al-Ayubi. Pada masa sama, Nur al-Din melantik beliau sebagai panglima angkatan tentera Syria.
  • Bagi memperkukuhkan tentera Islam, Salahuddin meminta negara Islam diurus di bawah satu pemerintahan. Walaupun cadangannya tidak dipersetujui sesetengah pihak termasuk pemimpin Syria, cita-cita Salahuddin itu termakbul.
  • Dalam bulan Zulkaedah 570 Hijrah (Mei 1175 Masihi), khalifah Abbasiyyah mengisytiharkan Salahuddin al-Ayubi sebagai Sultan Mesir dan menggelarkan dirinya sebagai Sultan al-Islam wa al-Muslimin. Pada tahun itu juga beliau membina kota pertahanan di Kaherah.

Perang Hittin-Perang Salib Kedua

Pada tahun 583 Hijrah (1187 Masihi) berlaku Perang Salib kedua, yang juga dikenali sebagai Perang Hittin. Peperangan ini dipimpin sendiri oleh Salahuddin al-Ayubi hingga membuka jalan mudah untuk menawan kembali Baitulmaqdis.

Perang Salib ialah beberapa siri peperangan di antara kaum Muslimin dan Kristian.pada kurun ke-11 hingga ke-13 Masihi. Tujuan asal tentera salib adalah menawan Baitul Maqdis di Jurusalem dan kawasan sekitarnya daripada orang Islam.

Peperangan ini didominasikan oleh pihak salib hinggalah Salahuddin al-Ayubi, seorang berbangsa Kudish dapat menyatukan Mesir dan Syria dibawah satu panji.

Kereta yang digunakan di waktu perang Salib oleh Salahuddin al-Ayubi di Masjid Umawi Damsyiq Syria.

Rentetan Peristiwa Perang Hittin

  1. Pada peringkat awal, Salahudin telah memeterai perjanjian damai dengan Raja Baldwin IV, Perjanjian antara kedua raja ini retak akibat hasutan Reynald the Chatillon, salah seorang pembesar kaum Frank yang sangat membenci Islam.
  2. Reynald mengundang kemarahan umat Islam, apabila dengan terang-terangan menyatakan keinginan menghancurkan kota-kota suci umat Islam, Mekkah dan Madinah serta tindakannya menyerang kafilah-kafilah Islam sewaktu perjanjian damai.

  1. Salahudin mengirim pasukan Islam untuk menyerang kaum Frank di Kerak, tempat Reynald tinggal. Balwin juga mengirim pasukannya ke Kerak setelah mendengar Salahudin hendak menyerang salah satu wilayahnya. Peperangan ini berhenti dengan perjanjian damai dan jaminan Reynald akan dihukum sendiri oleh tangan kaum Frank.
  2. Setahun kemudian, Baldwin IV meninggal dunia dan digantikan oleh Guy the Lusigna. Dengan Guy, yang merupakan teman rapat Reynald the Chatillon, maka perjanjian antara Islam dengan kaum Frank telah berakhir.
  3. Salahudin, menngumpulkan pasukan umat Islam. Dia menyampaikan khutbahnya di masjid Umawai di Syria dengan melancarkan perang jihad. Maka berlakulah Perang Hittin, salah satu perang besar dalam sejarah.

Menara tempat di mana Salahuddin memberikan khutbah dan melancarkan perang Jihad

  1. Maka pada bulan Rabiulakhir tahun 583 Hijrah bersamaan bulan Julai tahun 1187 Masihi, tentera Islam telah melancarkan peperangan jihad di persisiran pantai berhampiran dengan Tasik Tiberias di Palestine.

  1. Peperangan ini berlaku di perkampungan Hittin, di sebelah barat Tasik Tiberias dan di sebelah timur bandar Akko dan Haifa. Baitulmaqdis dapat dibebaskan semuanya 1099.

  1. Guy dan Reynald ditawan dan dihadapkan ke hadapan Salahudin. Reynald dibunuh oleh Salahudin dan Guy diseret Salahudin ke Jerusalem.
  2. Ketika memenangi peperangan Hittin, Salahuddin telah membina sebuah masjid dinamakan sebagai Masjid Nabi Musa di Palestin. Ia sebagai mengingatkan Nabi Musa a.s yang berusaha membawa kaumnya kembali beriman dan kembali ke Juruselam. Masjid itu masih digunakan hingga sekarang.

Menara masjid Nabi Musa. Masjid yang didirikan sempena kemenangan di dalam peperangan Hittin


pemandangan masjid dari jauh


masjid dari ruang dalam

Kekuatan tentera Salahuddin al-Ayubi

Pada tahun 588 Hijrah (1192 Masihi) berlaku Perang Salib ketiga, hasil dendam dan kekecewaan golongan pembesar Kristian. Mereka berusaha merampas semula Baitulmaqdis daripada orang Islam. Walaupun perang Salib yang ketiga itu menggabungkan seluruh kekuatan negara Kristian, mereka tidak mampu menggugat kekuatan tentera Salahuddin al-Ayubi.

Salahuddin Al-Ayubi Melayan Baik Orang Kristian

Pihak Kristian mengalami kekalahan dan ramai tentera terbunuh dan tertawan. Baitulmaqdis yang dikuasai orang Kristian selama 88 tahun, dapat ditakluki semula oleh Salahuddin al-Ayubi.

Sifat penyayang dan belas kasihan Salahuddin ketika peperangan sangat jauh berbeza daripada kekejaman tentera Kristian. Ahli sejarah Kristian pun mengakui mengenai hal itu.

Lane-Poole (penulis Barat) mengesahkan, kebaikan hati Salahuddin mencegahnya daripada membalas dendam. Beliau menulis bahawa Salahuddin menunjukkan ketinggian akhlaknya ketika orang Kristian menyerah kalah. Tenteranya sangat bertanggungjawab, menjaga peraturan di setiap jalan, mencegah segala bentuk kekerasan sehingga tidak ada kedengaran orang Kristian dianiaya.

Selanjutnya Lane-Poole menuliskan mengenai tindak-tanduk tentera Kristian ketika menawan Baitulmaqdis kali pertama pada 1099. Tercatat dalam sejarah bahawa ketika Godfrey dan Tancred menunggang kuda di jalan-jalan Jerusalem, jalan itu dipenuhi mayat, orang Islam yang tidak bersenjata diseksa, dibakar dan dipanah dari jarak dekat di atas bumbung dan menara rumah ibadat.

Darah membasahi bumi yang mengalir daripada pembunuhan orang Islam secara beramai-ramai. Ia juga mencemarkan kesucian gereja yang sebelumnya mengajar sifat berkasih sayang. Orang Kristian sangat bertuah apabila mereka dilayan dengan baik oleh Salahuddin.

FAKTA MENARIK

Lebih Banyak Berada di Khemah Perang

Ketika hayatnya, beliau lebih banyak berada di khemah perang daripada duduk di istana bersama keluarga. Siapa saja yang menggalakkannya berjihad akan mendapat kepercayaannya. Apabila hendak memulakan jihad melawan tentera salib, beliau akan menumpukan seluruh perhatiannya kepada persiapan perang dan menaikkan semangat tentera.

Bagaikan Seorang Ibu Garang Kehilangan Anak Tunggal di Medan Perang

Di medan perang, beliau bagaikan seorang ibu garang kehilangan anak tunggal. Beliau bergerak dari satu hujung medan peperangan ke hujung yang lain untuk mengingatkan tenteranya supaya benar-benar berjihad di jalan Allah.

Beliau juga akan pergi ke seluruh pelosok tanah air dengan mata yang berlinangan mengajak manusia supaya bangkit membela Islam.

Islam hadir ke Palestin pada zaman sahabat lagi iaitu kurun pertama hijrah bersamaan dengan kurun ke 7 masihi. Walau bagaimana pun, orang Islam membenarkan dan tidak banyak campur tangan dalam urusan perjalanan jemaah Kristian ke tempat-tempat suci mereka. Orang Islam juga tidak menganggu keselamatan rumah ibadah mereka.

Walaubagaimana pun, tentera salib mulai ingin mengusai tempat suci ini. Maka bermulalah siri peperangan antara tentera salib dan pejuang-pejuang pencinta syahid dari pihak Muslimin

Tamat Riwayat

Beliau meninggal dunia pada 27 Safar 589 Hijrah bersamaan dengagn 4 Mac 1193 (1193 Masihi) pada usia 55 tahun di Damsyik, Syria selepas memerintah selama 25 tahun. Beliau sakit selama 14 hari sebelum menghembuskan nafas terakhir. Beliau dimakamkan di sebelah masjid Umawi di Damsyiq Syria.


Masjid Umawi di Damsyiq Syria

Beliau meninggal dunia tanpa meninggalkan sebarang harta untuk diwariskan. Beliau dikatakan hanya memiliki 47 dirham wang perak dan 1 dinar wang emas. Urusan penyelenggaraan jenazah ditanggung oleh keluarga beliau, manakala kain kafannya diberikan oleh menteri.

Semoga akan lahir lebih banyak lagi muslim-muslim bersemangat Salahuddin.